Rabu, 06 Juli 2011

Semua organisasi, baik berorientasi profit maupun not-for-profit, harus bekerja keras
untuk memenuhi  kebutuhan konsumen bila ingin tetap dapat  beroperasi dan sukses.
Kemampuan   organisasi   dalam   menentukan   siapa   yang   menjadi   konsumen   dari
produk/jasa   yang  dihasilkan  merupakan   salah   satu   kunci   keberhasilan   organisasi.
Berikutnya   barulah   organisasi   dapat   memfokuskan   diri   untuk   mengidentifikasi
kebutuhan konsumen, cara-cara memenuhi kebutuhan itu dan akhirnya mengusahakan
konsumen untuk  tetap mengkonsumsi  produk/jasa yang ditawarkan perusahaan.  Di
samping   itu,   organisasi   harus   memiliki   kemampuan   pula   untuk   menyampaikan
informasi  kepada konsumen bahwa mereka  telah menghasilkan  sesuatu yang dapat
memenuhi kebutuhan mereka. Di sinilah fungsi pemasaran (marketing) menonjol. Ia
menjadi (hub) penghubung antara organisasi  dan konsumen.  Lebih jauh lagi,  fungsi
ini  dapat  diberdayakan untuk  mendukung  suatu  gagasan dan  mendidik  konsumen
(Boone&Kurzt, 234).
The   American   Marketing   Association   mendefinisikan   Marketing   (management)
sebagai “the process of  planning and executing the conception,  pricing,  promotion,
and   distribution   of   ideas,   goods,   and   services   to   create   exchanges   that   satisfy
individual   and   organizational   objectives.   Proses   perencanaan   dan   pelaksanaan
konsepsi,  penetapan harga,  promosi,  dan pendistribusian gagasan,  barang dan  jasa
untuk menciptakan pertukaran yang mampu memenuhi tujuan individu dan organisasi.
Pertukaran dalam konteks  ini  dimaksudkan sebagai  sebuah proses dimana dua atau
lebih   pihak   saling  mempertukarkan   sesuatu   yang  memiliki   nilai   sehingga   pada
akhirnya mereka merasa lebih baik setelah melakukan proses ini. Philip Kotler sendiri
mendefiniskan  marketing  management   sebagai  “the   art   and   science   of   choosing
target   markets   and   getting,   keeping,   and   growing   customers   through   creating,
delivering, and communicating superior customer values”.  (Seni dan ilmu di dalam
memilih   pasar   sasaran   dan  mendapatkan,  memelihara   dan  mengembangkan   para
pelanggan  melalui   proses   penciptaan,   penyampaian   dan   pengkomunikasian   nilai
pelanggan yang lebih baik.
Konsep-konsep Pemasaran
Pemasaran dapat   lebih mudah dipahami  dengan mengerti  beberapa elemen  inti  dari
pemasaran.  Secara   konseptual,   pemasaran merupakan  sebuah  falsafah   bisnis   yang
menyadari   pentingnya   keterlibatan   seluruh   elemen   organisasi   dalam   proses
pemenuhan kebutuhan.dan keinginan konsumen  sekaligus  memenuhi   tujuan-tujuan
organisasi.
Langkah-langkah yang diperlukan untuk mengaplikasikan konsepsi pemasaran:
1. Menggali   informasi  mengenai   pasar,   potensial  maupun   aktual.   Sudah
tersediakah barang/jasa yang mampu memuaskan kebutuhan dan keinginan
pasar? Bagaimana perusahaan dapat meningkatkan kemampuan produknya
untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen?
2. Merancang dan mengembangkan program pemasaran
a. menyediakan   produk   yang   mampu   memuaskan   kebutuhan   dan
keinginan konsumen
b. menetapkan harga produk yang dapat diterima oleh pasar
c. mengkomunikasikan  produk  kepada  konsumen untuk memposisikan
produk di pikiran konsumen
d. memberikan  jaminan bahwa konsumen dapat  memperoleh produk di
saat yang tepat dan di tempat yang tepat pula.3. Mengevaluasi  melalui  proses  penggalian  informasi  mengenai   erektivitas
program-program pemasaran perusahaan.
Aktivitas-aktivitas   pemasaran   seharusnya  dilaksanakan  dengan mempertimbangkan
efisiensi,   efektivitas,   dan   tanggung   jawab   sosial   pemasaran.  Di   dalam  khasanah
pemasaran   terdapat   lima   konsep   yang mendasari   aktivitas   pemasaran   perusahaan:
konsep produksi,  konsep produk,  konsep penjualan,  konsep pemasaran,  dan konsep
pemasaran sosial.
Konsep Produksi:
Konsep produksi  meyakini  bahwa  konsumen  akan  lebih menyukai  produk-produk
yang tersedia di mana-mana dan dengan harga murah. (The production concept holds
that consumers will prefer products that are widely available and inexpensive.)
Konsep Produk
Konsep produk meyakini bahwa konsumen akan lebih menyukai produk-produk yang
menawarkan kualitas yang baik,  kinerja,  atau fitur-fitur yang inovatif.   (The product
concept  holds that  consumers will   favor those products that  offer the most  quality,
performance, or innovative features.)
Konsep Penjualan
Konsep penjualan meyakini  bahwa bila konsumen dan pelaku bisnis dibiarkan saja,
maka  mereka   tidak   akan  membeli   dalam  jumlah   yang  memadai   produk-produk
perusahaan.   Perusahaan   haruslah  melakukan   usaha   penjualan   dan   promosi   yang
agresif.  (The selling concept holds that consumers and businesses, if left alone, will
ordinarily not  buy enough of   the organization’s  products.  The organization must,
therefore, undertake an aggressive selling and promotion effort.)
Konsep Pemasaran
Konsep   pemasaran   meyakini   bahwa   kunci   untuk   mencapai   tujuan   perusahaan
mencakup usaha perusahaan untuk menjadi   lebih efektif  daripada para pesaingnya
dalam   hal   menciptakan,   menyampaikan,   dan   mengkomunikasikan   kepada   pasar
sasaran yang ditetapkan nilai manfaat bagi konsumen (The marketing concept holds
that the key to achieving its organizational goals consists of the company being more
effective than competitors in creating, delivering, and communicating customer value
to its chosen target markets.)
Konsep Pemasaran Sosial
Konsep   pemasaran   sosial  meyakini   bahwa   tugas   perusahaan   adalah  menetapkan
kebutuhan, keinginan, dan kepentingan pasar sasaran dan memberikan kepuasan yang
diinginkan  secara  lebih efektif  dan efisien daripada para pesaing dengan cara-cara
yang  menjaga   atau  meningkatkan   kesejahteraan   konsumen   dan  masyarakat.  (The
social Marketing concept holds that the organization’s task is to determine the needs,
wants,  and interests of  target markets and to deliver the desired satisfactions more
effectively and efficiently than competitors in a way that  preserves or enhances the
consumer’s and the society’s well-being.)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright (c) 2010 belajar yuk. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.